Siapakah Sosok Ibu Di Mata Kita?

IBU. Ia dikuatkan bahunya untuk menjaga sang buah hati. Dilembutkan hatinya untuk memberi rasa aman, dan diteguhkan kepribadiannya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

IMG_9337

Siapakah Sosok Ibu di Mata Kita?
Siapa yang tidak mengenal namanya? Bahkan saat namanya disebut, wajah seseorang yang selama ini mengasuh kita akan seketika muncul dalam pikiran.

Semesta mengenal kata ibu, meski dengan bahasa yang berbeda. Beberapa makhluk hidup mungkin menyebutnya sebagai induk. Sedangkan manusia, akan menyebutnya dengan berbagai penggilan.

Begitu besarnya perngorbanan seorang ibu, sampai diistimewakan harinya. Mereka memiliki hari yang disebut sebagai “hari ibu”. Pada hari itu, seorang ibu banyak mendapatkan pujian. Pada hari itu, seorang ibu banyak menuai kata-kata manis.

Karena itu, dalam rangka Hari Ibu, Saya mencoba bertanya pada teman-teman saya di PTPP, tentang apa arti ibu sesungguhnya. Makna ibu membanjir dengan berbagi kata dan istilah dari mulut teman-teman saya. Berikut petikan arti ibu menurut mereka:

“My everything. Tempat kita belajar banyak hal. Ibu merupakan Role model bagi saya.” (Nurfi)

“Orang pertama yg akan selalu tau apa yg terjadi pada kita, tanpa kita bilang sekalipun.” (Dinda)

“Ibu itu wonder woman. Wanita yang kuat dan tangguh. Wanita yg tulus ,merawat, menyayangi, mencintai, menerima kekurangan, mendidik, dan memahami anaknya dalam beproses.” (Nyoman)

“Yang menyayangiku, yang merawatku waktu sakit, yang melahirkan, yang suka bergosip denganku, yang telpon aku kalau malem aku belum pulang, yang manggil dari luar rumah kalau aku lagi sama temen main diluar.” (Putri)

“Mengajarkan arti ketulusan, melalui kasih saying. Meski marah, tetep peduli dan tak pnh hilang tulus kasihnya. Meski orangnya ga ada, masih terasa kaih sayangnya..” (Dilla)

“Segalanya buat aku. Hidup aku. Yang selalu ada buat aku. Sosok yang selalu aku idolakan.” (Mika)

“Pahlawanku, lentera hidupku.” (Hakim)

“Wanita yg patut dicontoh. Kasih sayangnya tulus, dan kasih ibu tak terhingga sepanjang masa. Nggak bisa diungkapkan dgn seribu kata. Ibu itu penuh ketulusan, role model bagi anaknya, sosok wanita penyayang yg akan melakukan apapun demi anaknya.” (Nindi)

“Ibu adalah rumah. Sekolah pertama untuk anak-anaknya. Contoh yang baik. Yang mengerti masing-masing anaknya satu persatu. Yang tidak pernah berhenti mencurahkan kasih sayang dan tenaga untuk kesuksesan keluarganya. Yang tidak pernah lelah meski sering marah. Ibu adalah segalanya bagi setiap anak.” (Sasa)

Ibu merupakan pegangan, tempat bersandar, pengingat, dan rumah tempat kembali segala suka dan sedih.” (Rudi)

“Ibu mampu menjadi sosok yang kuat dengan hati yang lembut dan paras yang indah seperti pohon dengan batang yang kuat, daun yang lembut, dan bunga yang indah.” (Antero)

“Ibu ibarat sebuah rautan pensil dan penghapus. Saya baginya adalah pensil. Tanpa ibu saya takkan memiliki manfaat apa-apa. karena tanpa diraut oleh ibu, saya tidak akan bisa sebermanfaat seperti ini. karena tanpa dihapus oleh ibu, saya hanya akan menyesali kesalahan yang saya perbuat. Satu ungkapan untuk ibu, terima kasih.” (Ghozi)

Bahkan ada yang tidak sanggup mengungkapkan arti ibu. Baru mengingatnya saja, ia sudah menitikkan air mata.

Begitu berharga sosok ibu dalam kehidupan kita. Semoga kata-kata manis tak hanya berhenti di ujung lidah. Hanya terucap saat di hari-hari tertentu saja. Tentu kasih sayang kita tak hanya berakhir di ujung galah, sebagaimana kasih sayang ibu kepada anaknya. Selamat hari ibu.

Lalu, apa makna ibu buat Kamu?

(Sasa/Antero)


Selamat Hari Ibu

hari ibu


Kenali Diri secara Mudah dengan MBTI

Mengenali diri adalah pondasi dasar untuk pengembangna diri. Ketika orang dapat mengenali dirinya, maka ia akan lebih mudah mengelolanya. Salah satu cara mudah untuk mengenali diri adalah dengan MBTI. Apa itu?

Berbagai cara dan alat digunakan untuk mengukur IQ, kreativitas, maupun kepribadan. Hal ini mengingat, sangat penting untuk mengenali diri sendiri, agar dapat dikelola dengan baik. Selanjutnya, pengenalan dan pengelolan diri ini akan digunakan dalam berhubungan sosial. Karena dengan mengenali dan mengelola diri dengan baik, menjadi modal dalam berelasi. Orang akan dapat dengan mudah menakar porsi peran, menempatkan diri dan mengambil bagian berdasarkan kompetensi yang dimiliki.

Salah satu cara mudah dalam mengenali diri adalah dengan MBTI. Apa itu? MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator adalah alat tes psikologi untuk mengukur kepribadian seseorang. MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers dan Katharine Briggs Myers dari teori kepribadian Carl Gustav Jung. Tes ini digunakan untuk optimalisasi orang pada bidang yang sesuai dengan preferensinya, misalnya saja cara belajar siswa, penjurusan dan karier, serta cara mengajar guru.

Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia :

1. Dimensi pemusatan perhatian atau asal energi bagi diri: Introverst (I) vs Ekstrovert (E)

Orang dengan preferensi introvert memusatkan perhatian atau mengambil energi dari dalam dirinya. Orang introvert akan lebih suka dalam kondisi sendiri, karena pada saat itu, energinya akan dicharge kembali. Sebaliknya, orang dengan preferensi ekstrovert akan lebih suka bertemu dengan orang lain, karena pada saat bersama orang lain, energinya akan bertambah.

2. Dimensi memahami informasi dari luar: Sensing (S) vs Intuition (N)

Orang dengan preferensi sensing mengambil informasi melalui alat inderanya. Karena itulah, orang dengan preferensi sensing membutuhkan data untuk memahami sesuatu atau lebih percaya kepada fakta. Sebaliknya, orang dengan preferensi intuition mengambil informasi dari intuisi. Artinya, orang intuitif lebih banyak menggunakan imajinasi. Karena itulah, orang intuitif lebih suka berpikir pada skup besar dan abstrak.

3. Dimensi menarik kesimpulan & keputusan: Thinking (T) vs Feeling (F)

Orang dengan preferensi thinking mengambil keputusan dengan pikirannya. Sementara orang dengan preferensi feeling lebih menggunakan perasaannya. Coba bandingkan kata-kata atau pertanyaan seorang bos pada bawahan yang melakukan kesalahan dalam bekerja. Satu bos mungkin mengatakan, “Kenapa kerjamu tidak efektif dan efisien?”. Sementara bos yang lain menanyakan, “Kamu sedang ada masalah?”. Apa bedanya?

4. Dimensi pola hidup : Judging (J) vs Perceiving (P)

Orang dengan preferensi judging mengeksekusi rencana atau melakukan tindakan dengan lebih teratur, sistematis, dan terjadwal. Sebaliknya, orang dengna preferensi perceiving lebih bersifat spontan dan fleksibel.