Tipe Ibu kamu Perfeksionis, Unpredictable, Sahabat, Me-first, atau Complete?

Terapis Keluarga dan Psikolog Klinis di Los Angeles, Dr.Stephan Poulter menjelaskan bahwa terdapat lima tipe ibu dan kekuatan anak serta warisannya yang sesuai berdasarkan kelima tipe Ibu berikut :

1. Ibu Perfeksionis

Biasanya wanita yang terlalu
mengontrol, penakut dan cemas akan penampilan yang dianggap segalanya,
anak-anaknya akan cenderung terlalu kritis terhadap diri mereka sendiri, merasa
tidak mampu dan kosong secara emosional.

Untuk anak-anak dari Ibu yang
Perfeksionis…

Kekuatan Anda: Anda dapat memiliki rasa komitmen yang kuat dalam hubungan,
dan bertanggung jawab serta dapat diandalkan dalam segala hal yang anda
lakukan. Anda menghargai kerja keras dan ketekunan sebagai kualitas karakter
inti.

Warisan emosional: Anda selalu merasa bahwa pendapat orang lain jauh lebih penting daripada pendapat anda sendiri. Anda sering kali merasa lebih yakin bahwa dunia sedang mengawasi dan menilai anda

2. Ibu yang tidak bisa ditebak (unpredictable)

Karena cemas, marah, dan sangat
emosional, Ibu dengan tipe ini diliputi oleh perasaan sehingga gaya
pengasuhannya hanya didasarkan pada suasana hati. Tipe ini memiliki gaya paling
kacau dari kelima gaya. Seringkali Ibu tipe unpredictable
ini menciptakan masalah-masalah dan krisis dalam pikirannya, melalui emosi dan
hubungannya kemudian meneruskannya kepada anak-anaknya.

Untuk anak-anak dari Ibu yang tidak
terduga…

Kekuatan anda: Keterampilan yang sangat baik dan kemampuan berempati.
Seringkali menjadi motivator hebat, anda menawarkan dukungan emosional kepada
kolega serta teman dan keluarga.

Warisan emosional: Tumbuh dengan kebutuhan yang mendarah daging untuk menjaga orang dan emosional mereka, anda bisa kewalahan oleh emos seperti kemarahan, kecemasan dan depresi. Anda belajar sejak dini tentang cara membaca orang dan situasi, untuk mengelola perasaan yang kuat dari orang lain.

3. Ibu Sahabat terbaik

Ibu tipe sahabat senang
memperlakukan anak-anaknya secara setara untuk menghindari tanggung jawab dalam
menetapkan batasan. Ibu dengan tipe ini percaya hidupnya akan berakhir jika dia
melakukan pola asuh keibuan, sehingga ia menghindari peran tersebut.
Sebaliknya, baik anak maupun orang tua mengambil peran sebagai pasangan dan
kepercayaan emosional sehingga meninggalkan anak menjadi “motherless”. Pada situasi tersebut, kebutuhan emosional Ibu begitu
menguras tenaga, sehingga ia harus bergantung pada anak untuk memenuhinya.

Untuk anak-anak dari Ibu sahabat…

Kekuatan anda: Anda memahami pentingnya batasan antara orang tua, anak,
kolega da keluarga . Karena rasa “motherless”,
anda sering kali sadar bahwa anda yang memimpin dan mengambil peran yang
bertanggung jawab sebagai orang dewasa.

Warisan emosional: Anda mungkin merasa diabaikan secara emosional karena takut ditolak. Anda bisa merasa kesal dan getir dalam hubungan, cenderung merasa tidak dicintai dan kurang dihargai,

4. Ibu Me-first

Salah satu gaya pengasuhan yang
paling umum, me-first tidak dapat
memandang anak-anak mereka sebagai individu yang terpisah dan cenderung
mementingkan diri sendiri dan merasa tidak aman. Keturunan mereka akan belajar
sejak usia dini bahwa peran mereka adalah membuat ibu mereka bersinar.

Untuk anak-anak dari tipe Ibu me-first

Kekuatan anda: Anda sangat pandai mendukung orang lain dan intuitif serta
berwawasan luas dengan orang-orang di semua jenis hubungan. Anda setia dan
suportif, mampu menghargai kebutuhan orang lain dan memecahkan masalah.

Warisan emosional: Anda meragukan kemampuan pengambilan keputusan anda sendiri. Anda merasa sulit untuk mempercayai perasaan anda sendiri dalam hal apapun karena anda menganggap pendapat ibu lebih penting dan kuat daripada pendapat anda sendiri.

5. Ibu yang lengkap (complete)

Ibu tipe lengkap menggabungkan
elemen terbaik dari empat tipe lainnya. Seimbang secara emosional, ia dapat
melihat anak-anaknya sebagai individu dan membantu mereka mencapai kemandirian
mereka sendiri. Meskipun ia belum tentu menyempurnakan dirinya sendiri, tetapi
apa pun keadaan emosinya, dia berkomitmen menjadi Ibu, terlepas dari tanggung
jawab lain di luar rumah.

Untuk anak-anak dari Ibu lengkap…

Kekuatan anda: Karena anda merasa dicintai dan dipahami, anda dapat
mengambil risiko, merangkul perubahan dan memulai hubungan tanpa takut ditolak.

Warisan emosional: Anda akan memiliki kemampuan dan wawasan untuk menghargai bahwa orang lain, kolega dan anggota keluarga memiliki sudut pandang mereka sendiri. Anda akan mampu mengatasi tantangan, menjadi mandiri dan tidak tidak akan merasa terikat secara emosional dengan Ibu anda. (salma/dita)

Sumber : https://www.psychologies.co.uk/five-mother-types


PENTINGNYA MENJAGA EMOTIONAL HEALTH SAAT IBU HAMIL DAN SETELAH MELAHIRKAN

Seringkali
para ibu mengalami emosi yang sulit selama kehamilan, atau setelah kelahiran
seorang anaknya. Itu merupakan hal yang wajar jika ibu memiliki pikiran
negatif, rasa malu, ragu, atau cemas. Mungkin disebabkan karena khawatir
tentang proses kelahiran, kurang tidur, atau kekhawatiran tentang bagaimana
peran ibu sebagai orang tua.

Emotional Health adalah keadaan sehat,
sejahtera, dan puas. Ketika seorang ibu memiliki kesehatan emosional saat
hamil, ia akan lebih aktif, mampu mengatasi stres, memiliki tujuan, menjaga
hubungan, dan menikmati hidup. Menjaga kesehatan emosional memiliki manfaat
bagi ibu dan bayi nya. Kesehatan emosional yang baik juga membantu menjaga
hubungan positif dengan anak-anak yang lebih tua dan keluarga lainnya. Mereka
dapat membantu mendukung Anda dan pasangan melalui tantangan dalam menyesuaikan
diri dengan bayi baru.

Saat ibu
sedang hamil, bayi yang ada di dalam kandungannya juga akan dihadapkan pada
semua yang peristiwa yang dialami oleh ibu. Ini termasuk suara di lingkungan,
udara yang ibu hirup, makanan yang ibu makan, dan emosi yang ibu rasakan.

Saat ibu
merasa bahagia dan tenang, hal itu memungkinkan bagi bayi anda untuk berkembang
dalam lingkungan yang bahagia dan tenang. Namun, emosi seperti stres dan
kecemasan dapat meningkatkan hormon tertentu dalam tubuh ibu, yang dapat
memengaruhi perkembangan tubuh dan otak bayi nya

Sejak lahir, interaksi yang ibu lakukan dengan
bayi membantu membentuk cara dia untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku di
kemudian hari. Interaksi ini juga membantu membentuk ikatan emosional yang
penting antara ibu dan anaknya. Inilah mengapa menjaga kesehatan emosional pada
ibu menjadi sangat penting.

Kehamilan bisa menghadirkan berbagai macam emosi. Pada saat seorang ibu mencapai titik terendah, penting untuk menemukan cara kembali ke keadaan emosional yang baik. Jika ibu kesulitan menemukan kebahagiaan dalam kehamilan, penting untuk berbicara dengan orang yang mendukung dalam hidup si ibu serta dengan dokter atau psikolog. Mereka dapat membantu ibu menemukan sumber daya yang dibutuhkan sehingga dapat merasa lebih positif. Dengan berfokus pada perawatan diri dan tindakan kenyamanan fisik, ibu dapat merasakan kebahagiaan kembali selama masa kehamilan. (desipuspita/diarim)

Sumber:

https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-happiness#takeaway


Review Film : Sabtu Bersama Bapak

Pada dasarnya, kehidupan berkeluarga memiliki waktu-waktu tertentu dimana setiap anggotanya dapat merasakan emosi seperti bahagia, cemas, maupun sedih. Dalam kejadian yang tidak dapat terelakkan, seperti kematian, setiap anggota keluarga dapat mengalami fase yang berbeda-beda bagi masing-masing individunya. Untuk orang-orang yang ditinggalkan, rasa kehilangan sudah pasti hinggap untuk beberapa waktu. Namun, bagaimana dengan orang yang meninggalkan? Kematian memang tidak bisa diprediksi, tetapi untuk anggota keluarga yang tahu bahwa ia akan meninggalkan keluarganya, apa yang sebenarnya dirasakan?

            Dalam film “Sabtu Bersama Bapak”,
penonton dapat mengetahui perasaan tokoh “Bapak” (Abimana Aryasatya) sebagai
seseorang yang harus meninggalkan keluarganya lebih cepat. Disini, tokoh
“Bapak” divonis oleh dokter bahwa ia menderita kanker dan hanya menceritakan
hal tersebut kepada istrinya yang bernama ibu Itje (Ira Wibowo). Kedua anak
mereka yaitu Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahendra) yang saat adanya
vonis tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar tidak tahu menahu mengenai
penyakit yang diderita oleh Bapak.

Dikarenakan
penyakitnya, Bapak merasa sedih dikarenakan ia terancam tidak bisa melihat
kedua anaknya beranjak dewasa dan tidak bisa mengiringi mereka dalam fase-fase
perkembangan di hidupnya. Bapak merasa memiliki kewajiban untuk dapat menuntun
dan menjadi tempat berbagi cerita sekaligus pemberi saran ketika kedua anaknya
mengalami kesulitan dalam fase tertentu. Dalam mengatasi kesedihan tersebut,
Bapak membuat sejumlah video yang berisikan pesan-pesan untuk kedua anaknya.

            Setelah kematian bapak, Satya dan
Cakra mulai menonton video pesan-pesan tersebut setiap hari Sabtu, sepulang
mereka sekolah. Pesan-pesan tersebut ditonton dari mulai mereka masih duduk di
bangku sekolah dasar sampai keduanya beranjak dewasa. Pesan yang ada sekiranya
mengenai saran dalam menghadapi masalah hidup, cerita yang dilontarkan Bapak,
dan keduanya meresapi pesan-pesan yang diberikan oleh Bapak.

Namun,
pada film ini, tidak hanya berfokus mengenai apa yang dirasakan bapak, ada pula
saat-saat tertentu bahwa setiap anggota keluarga yang masih melanjutkan
hidupnya juga mengalami masalah tertentu. Seperti pada Satya yang memiliki
masalah saat membina rumah tangga bersama istrinya, lalu Cakra yang tidak
kunjung menemukan jodoh, serta ibu Itje yang sedang merahasiakan masalah besar
dalam hidupnya.

            Pesan-pesan yang diberikan Bapak
memang awalnya dibuat untuk membantu kedua anak serta istrinya jika menemukan
kesulitan tertentu dalam kehidupan. Tetapi disini, ketiga individu tersebut
menghadapi masalah yang berbeda-beda pula, dimana dibutuhkan kemampuan
intrinsik masing-masing individu dalam menghadapi masalahnya masing-masing,
tidak hanya sekedar bergantung dengan saran yang sudah diberikan Bapak, tapi
turut mengimplementasikan makna dari saran-saran tersebut di kehidupan.

            Di awal menyaksikan film “Sabtu
Bersama Bapak”, sebagai penonton, saya mengira bahwa alur dari film ini akan
terkesan lambat dan berputar di fase yang itu-itu saja. Tokoh “Bapak” sendiri
menurut saya cukup unik, mungkin dikarenakan tokoh tersebut selalu muncul dalam
alur film, namun tidak “terjun langsung” dalam menghadapi permasalahannya.
Ibaratnya, tokoh “Bapak” memang terkesan menjadi tokoh utama (dilihat dari
judul film ini), tetapi seiring berjalannya kehidupan anggota keluarganya,
tokoh “Bapak” terasa seperti pemeran pendukung yang dengan setia akan
“mengawasi” dan “melindungi” anggota keluarga tidak peduli bagaimana kondisinya.
Ditinggalkan seseorang yang tersayang untuk selamanya memang bukan hal yang
mudah, namun disini tokoh “Bapak” turut menemani anggota keluarganya dalam
proses merelakan hal tersebut.

Two people looking at the camera

Description automatically generated

Film “Sabtu Bersama Bapak” selain dikemas secara apik dari segi alur juga turut memberikan banyak pesan moral yang dapat diambil untuk semua individu. Adanya tokoh “Bapak” yang terus mengiringi keluarganya meskipun sudah tidak bersama lagi, membuat penonton dapat mengambil pesan moral bahwa waktu bersama keluarga merupakan waktu yang penting untuk dihabiskan, tidak untuk dibuang begitu saja. Lalu, meskipun terdapat “absen” salah satu anggota keluarga, sudah semestinya kita harus tetap melanjutkan kehidupan serta menghadapi masalah tertentu dibandingkan terus menerus merasakan duka. Mengapa demikian? ketidakhadiran secara fisik memang tidak bisa diubah lagi, namun kenangan serta pesan tertentu yang membekas di masing-masing diri dapat dijadikan pelajaran dan panduan kita dalam melanjutkan hidup bukan?

cr. Annisa Mia


Risk From Faults

Now it comes.
A while ago, we clearly see life is fine.
There’s nothing, no need to worry before.
‘Cause we think we are some super human or somewhat having a magic inside.
But, nope.
That’s the stupidest thing we ever thought.
We see that we are all just a human,
we had the same chance to die and live like another.
Now, the invisible weapon comes.
We are not ready for that!
And we won’t figure it out before.
We do not have any shield nor another weapon to attack.
It’s too late, we just need help from the time at last.
There must be no regret for this, because it’s the risk from our fault.
We need to trust one another, be together to end this.
I hope y’all know this thing already,
Good luck and try to live as long as possible!

– diarim


Hari Yang Tidak Biasa

Tik… tik… tik…
Kupandangi jam dinding sedari 1 jam yang lalu,
hanya hening dan sunyi senyap yang kudapat.
Sungguh aku tak terbiasa dengan keheningan ini.
Rasanya kebahagiaanku terkekang,
sekarang dia entah ada dimana.
Kerinduanku juga sangat membuncah,
ingin lagi melihat lalu lalang manusia di kampus ungu, serta tatapan hangat orang-orang di sana.
Ini menyedihkan dan melelahkan bagiku.
Rasanya malu tidak bersyukur atas kehidupan sebelumnya.
Dimana masih bisa merasakan bertemu dengan sesama, bertukar senyum, dan kesibukan yang sering dikeluhkan.
Apalagi saat ini,
tiada lagi kemenangan waktu maghrib yang menyenangkan.
Rasanya aku seperti tidak bisa untuk melewati hari sulit ini.
Tetapi aku juga tidak bisa membiarkan nyawaku terbunuh untuk saat ini.
Tak ada cara lain dan tak ada pilihan untukku, keluargaku, dan semua orang.
Selain menguatkan diri dengan rasa syukur atas kehidupan hari ini.
Bersyukur masih dapat menjalani hari yang tidak biasa ini dengan raga yang masih kuat untuk bertahan.

– diarim


Saling Selami Diri Melalui Welcome Party

Yeay, selamat datang adik baru! Selamat datang keluarga baru! Senang rasanya bisa menyambut anggota baru kami, yakni Magangers 6.0 dalam acara “Welcome Party” yang diadakan pada tanggal 30 Desember 2015 lalu. Berbagai kegiatan dan permainan disuguhkan dalam acara ini. Wah, kira-kira ada apa saja ya?

Welcome party, salah satu kegiatan yang sudah tidak asing lagi bagi mereka yang baru saja bergabung dengan suatu tim ataupun organisasi. Tidak mungkin rasanya jika ingin menjalin kerjasama dalam tim namun tak saling mengenal satu sama lain. Hal inilah yang kemudian melandasi diadakannya acara Welcome Party demi mengemas sebuah perkenalan kecil-kecilan. Acara yang diadakan sore hari dan bertempat di ruangan Gifted itu berlangsung cukup asyik dan menyenangkan. Acara dimulai dengan memberikan sedikit kejutan terlebih dahulu kepada para adik baru. Mereka disambut dengan letusan beberapa buah balon ketika memasuki ruangan gifted. Permulaan yang sontak membuat beberapa dari kami menjerit karena terkejut, namun adapula yang saling menertawakan satu sama lain.

Acara sore itu dibuka oleh salah satu Magangers 5.0 yang saat itu berperan sebagai Master of Ceremony. Sebelum memasuki acara inti, kegiatan dimulai dengan pemberian sambutan oleh PIC kegiatan Oprec Magangers 6.0, Dilla dan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Rudi selaku Direktur PTPP.

Setelah ucapan selamat datang serta beberapa gambaran mengenai asyiknya menjadi anak magang telah disampaikan, saatnya menyegarkan suasana dengan sebuah permainan ringan. Permainan ini digagas dan dipandu secara langsung oleh Pak Rudi. Mula-mula tiap peserta mendapatkan masing-masing satu buah kertas hvs. Di sini, peserta tidak terbatas hanya anak magang saja, melainkan staff dan Direktur PTPP turut memeriahkan permainan ini. Kemudian tiap peserta diminta untuk menuliskan nama lengkap peserta, tanggal lahir, ciri khas diri, kesan bergabung dengan PTPP serta keinginan ataupun hal yang telah didapatkan ketika bergabung dengan PTPP.

Setelah seluruh peserta selesai menulis, Pak Rudi menginstruksikan untuk mengatupkan kertas tersebut pada bibir masing-masing peserta dengan posisi tulisan menghadap ke depan. Tugas berikutnya adalah tiap peserta diminta berkelompok sesuai dengan bulan kelahiran yang telah ditentukan. Peserta hanya diperbolehkan untuk menginformasikan bulan lahir mereka dari tulisan yang ada di kertas masing-masing dan tidak diperkenankan berbicara satu sama lain.

Ketika sudah berada dalam kelompok, tiap peserta diminta untuk memperkenalkan dirinya dan menyampaikan apa yang telah dituliskannya dalam kertas, yaitu mengenai nama, tanggal lahir, ciri khas diri, serta kesan dan pesan bergabung dalam PTPP. Pada tiap kelompok, masing-masing peserta memiliki kesempatan untuk menjadikan dirinya lebih terbuka serta lebih mengenal peserta lainnya. Kelompok kemudian diacak lagi sebanyak 3 kali. Dengan adanya variasi dalam pembagian kelompok ini, diharapkan setiap peserta akan secara merata bertemu dengan orang yang berbeda. Sehingga keseluruhan peserta diharapkan bisa mengenal dan mengetahui tentang diri antar peserta dengan baik.

Tak sampai disitu saja, setelah keseruan yang didapatkan melalui game perkenalan, kegiatan beralih pada  proses refleksi yang dilakukan sambil menyantap gorengan dan camilan bersama-sama. (Psst, ini juga jadi salah satu kegiatan favorit yang kami lakukan di kantor) Hal ini untuk mengonfirmasi seberapa jauh makna dari permainan yang telah mereka lakukan serta mengakrabkan diri dengan peserta yang mungkin saja belum sempat dikenal ketika game berlangsung. Beberapa anak diminta untuk menyampaikan apa yang didapatkannya dari permainan tersebut mulai dari Magangers 5.0, Magangers 6.0, hingga para staff pun ikut menyampaikan pendapatnya.

Ada yang berpendapat bahwa yang didapatkan ketika magang di PTPP adalah keluarga baru, ada yang berpendapat bahwa PTPP adalah sarana belajar sekaligus bekerja dan ada pula yang berpendapat bahwa yang didapatkan adalah berat badan yang bertambah karena sering makan dengan teman-teman. Tak sedikit juga dari mereka yang menyampaikan bahwa mereka cukup mendapatkan gambaran mengenai sifat yang khas dari masing-masing anak. Dengan informasi seperti ini, diharapkan kedepannya  dapat menjadi bekal keluarga baru kami, yakni Magangers 6.0 sebelum mereka benar-benar menyelami hari-hari di PTPP.

Sudah puas mengisi perut dan mendapatkan cukup banyak informasi baru dari proses refleksi, acara kemudian ditutup dengan do’a serta foto bersama yang mana kegiatan ini menandai bahwa acara Welcome Party yang digelar kecil-kecilan pada sore itu telah selesai.

Lalu, apa sih kata mereka tentang Welcome Party Magangers 6.0?

Lumayan seru, tetapi waktu yang ada kurang lama sehingga maksud permainan belum tersampaikan secara maksimal (Nurfi)

Lebih fresh daripada welcome party yang pernah diadakan sebelumnya (Dinda)

Menyenangkan dan bisa mengakrabkan antar magang, maupun staf dan kepala PTPP melalui game perkenalan yang dibuat seseru mungkin untuk mengenal lebih dalam satu sama lain (Dilla)

Bangga karena PTPP mempercayakan saya sebagai Magangers 6.0 dan saya siap belajar untuk masa depan saya juga. Sambutan sederhana dan hangat membuat rasa kekeluargaan lebih terasa (Yogie)

Sedih nggak bisa ikut Welcome Party karena waktu itu ada rapat. Huhuhu. Ntar tahun depan aku ikut Welcome Party bareng Magangers 7.0 dooong (Gadis)

Senang bisa diterima di PTPP, awalnya masih agak malu-malu soalnya cuma kenal beberapa aja, terus waktu game kena pembagiannya sering sama Magangers 6.0 sendiri jadi kurang dapat kesempatan berbaur dengan Magangers 5.0 ataupun staf (Ayu)

Wah, ternyata acara seringan itu cukup memberi impact yang baik ya! Sekali lagi kami sampaikan HAI KELUARGAA BARUU!! Selamat bergabung dan berjuang bersama kami di PTPP. Jangan lelah untuk terus belajar dan mengembangkan diri ke arah yang lebih baik lagi! SEMANGAAAAT TEMAN-TEMAN!! 🙂

[Fita/Nisa]


Selamat Tahun Baru 2016

tahun baru


Siapakah Sosok Ibu Di Mata Kita?

IBU. Ia dikuatkan bahunya untuk menjaga sang buah hati. Dilembutkan hatinya untuk memberi rasa aman, dan diteguhkan kepribadiannya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

IMG_9337

Siapakah Sosok Ibu di Mata Kita?
Siapa yang tidak mengenal namanya? Bahkan saat namanya disebut, wajah seseorang yang selama ini mengasuh kita akan seketika muncul dalam pikiran.

Semesta mengenal kata ibu, meski dengan bahasa yang berbeda. Beberapa makhluk hidup mungkin menyebutnya sebagai induk. Sedangkan manusia, akan menyebutnya dengan berbagai penggilan.

Begitu besarnya perngorbanan seorang ibu, sampai diistimewakan harinya. Mereka memiliki hari yang disebut sebagai “hari ibu”. Pada hari itu, seorang ibu banyak mendapatkan pujian. Pada hari itu, seorang ibu banyak menuai kata-kata manis.

Karena itu, dalam rangka Hari Ibu, Saya mencoba bertanya pada teman-teman saya di PTPP, tentang apa arti ibu sesungguhnya. Makna ibu membanjir dengan berbagi kata dan istilah dari mulut teman-teman saya. Berikut petikan arti ibu menurut mereka:

“My everything. Tempat kita belajar banyak hal. Ibu merupakan Role model bagi saya.” (Nurfi)

“Orang pertama yg akan selalu tau apa yg terjadi pada kita, tanpa kita bilang sekalipun.” (Dinda)

“Ibu itu wonder woman. Wanita yang kuat dan tangguh. Wanita yg tulus ,merawat, menyayangi, mencintai, menerima kekurangan, mendidik, dan memahami anaknya dalam beproses.” (Nyoman)

“Yang menyayangiku, yang merawatku waktu sakit, yang melahirkan, yang suka bergosip denganku, yang telpon aku kalau malem aku belum pulang, yang manggil dari luar rumah kalau aku lagi sama temen main diluar.” (Putri)

“Mengajarkan arti ketulusan, melalui kasih saying. Meski marah, tetep peduli dan tak pnh hilang tulus kasihnya. Meski orangnya ga ada, masih terasa kaih sayangnya..” (Dilla)

“Segalanya buat aku. Hidup aku. Yang selalu ada buat aku. Sosok yang selalu aku idolakan.” (Mika)

“Pahlawanku, lentera hidupku.” (Hakim)

“Wanita yg patut dicontoh. Kasih sayangnya tulus, dan kasih ibu tak terhingga sepanjang masa. Nggak bisa diungkapkan dgn seribu kata. Ibu itu penuh ketulusan, role model bagi anaknya, sosok wanita penyayang yg akan melakukan apapun demi anaknya.” (Nindi)

“Ibu adalah rumah. Sekolah pertama untuk anak-anaknya. Contoh yang baik. Yang mengerti masing-masing anaknya satu persatu. Yang tidak pernah berhenti mencurahkan kasih sayang dan tenaga untuk kesuksesan keluarganya. Yang tidak pernah lelah meski sering marah. Ibu adalah segalanya bagi setiap anak.” (Sasa)

Ibu merupakan pegangan, tempat bersandar, pengingat, dan rumah tempat kembali segala suka dan sedih.” (Rudi)

“Ibu mampu menjadi sosok yang kuat dengan hati yang lembut dan paras yang indah seperti pohon dengan batang yang kuat, daun yang lembut, dan bunga yang indah.” (Antero)

“Ibu ibarat sebuah rautan pensil dan penghapus. Saya baginya adalah pensil. Tanpa ibu saya takkan memiliki manfaat apa-apa. karena tanpa diraut oleh ibu, saya tidak akan bisa sebermanfaat seperti ini. karena tanpa dihapus oleh ibu, saya hanya akan menyesali kesalahan yang saya perbuat. Satu ungkapan untuk ibu, terima kasih.” (Ghozi)

Bahkan ada yang tidak sanggup mengungkapkan arti ibu. Baru mengingatnya saja, ia sudah menitikkan air mata.

Begitu berharga sosok ibu dalam kehidupan kita. Semoga kata-kata manis tak hanya berhenti di ujung lidah. Hanya terucap saat di hari-hari tertentu saja. Tentu kasih sayang kita tak hanya berakhir di ujung galah, sebagaimana kasih sayang ibu kepada anaknya. Selamat hari ibu.

Lalu, apa makna ibu buat Kamu?

(Sasa/Antero)


Selamat Hari Ibu

hari ibu


Membangun Budaya PTPP Organik

Bahan atau benda organik adalah sesuatu yang lunak. Ini seperti memperlawankan kayu dan besi. Yang organik diwakili oleh kayu. Begitu juga dengan organisasi, perusahaan, atau instiusi, bisa berkembang dengan budaya besi atau budaya kayu.

PTPP adalah salah satu unit terapan di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. PTPP adalah organisasi atau institusi yang sedang dan selalu bertransformasi menuju kepada kondisi terbaik. Sebagaimana sebuah organisasi atau institusi yang sedang berkembang, membangun budaya organisasi adalah salah satu isu pentingnya.

Lebih gampangnya, budaya organisasi adalah jiwa yang membentuk spirit, atmosfir, dan performa organisasi. PTPP adalah organisasi pembelajar yang terus berubah menuju kepada kondisi yang paling sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.

Ok, agar lebih general, kita tidak akan membahas tentang PTPP. Di sini kebetulan yang menjadi cantolan (anchor) cotoh adalah PTPP.

Sebelumnya, sudah disinggung bahwa PTPP membangun budayanya disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki. Selain sumber daya, amunisi yang turut membentuk budaya organisasi adalah visi dan misi. Jika unsur sumber daya dan visi misi dikawinkan, maka terbentuklah budaya organisasi.

Sumber daya berkaitan dengan apa yang dimiliki sebuah organisasi. Dalam memahami sumber daya, kita tidak cukup hanya mengenali apa saja yang dimiliki, tetapi juga karakteristik dari sumber daya yang dimiliki. Misalnya saja sumber daya utama, yaitu manusia. Jika pengelola organisasi mengenali karakteristik dari sumber daya manusia yang dimiliki, maka ia akan mudah menentukan, atmosfir seperti apakah yang akan dibangun dalam organisasi.

Visi dan misi adalah arah, kemana organisasi melangkah. Visi bisa ditentukan oleh pengeolola organisasi atau dibangun bersama sumber daya manusia yang ada di dalanya. Jika dihubungkan dengan sumber daya, maka visi bisa bersifat sangat intersubjektif atau menggabungkan berbagai visi pribadi dari orang-orang yang ada di dalamnya.  Jika pengelola perusahaan yang menentukan visi perusahaan, maka akan lebih baik jika pengelola bisa melakukannya secara objektif. Kenyataannya, memang banyak visi yang dibangun secara deduktif (top-down) sulit bersifat objektif.

Berdasar pada komponen sumber daya dan visi, maka PTPP sedang menuju menjadi institusi atau organisasi yang organik. Bagaimana organisasi yang organik itu?

Di awal sudah dibahas sedikit tentang sifat kayu dan besi. Organik adalah sifat lunak yang lebih melekat pada kayu, bukan besi. Kayu berasal dari tumbuhan atau tanaman. Maka sifat organik itu sangat sesuai dengan sifat tanaman. Bagaimana sifat tanaman?

Tanaman berpijak pada tanah. Tanaman menyerap air dan unsur hara melalui akarnya. Akar adalah alat berpijak sekaligus penyerap bahan baku. Begitu juga dengan PTPP, ia berpijak pada kekuatan sumber daya yang dimiliki. PTPP dibangun oleh anak-anak muda yang terdiri dari staf dan mahasiswa magang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, memiliki berbagai kesibukan, beraktivitas dan berorganisasi di banyak tempat dan sebagainya. Mereka kaya input. Karena itu, organisasi yang organik akan menjadikan kekuatan-kekuatan tersebut sebagai pijakan.

Sebagaimana tanaman yang tumbuh menuju cahaya (matahari), maka PTPP juga tumbuh ke arah cita-cita, visi dan misi. Sebagai organisasi yang terus belajar menjadi organik, maka variasi sumber daya yang dimiliki juga menjadi sumber aspirasi. Karena itu orang yang ada di dalam PTPP juga berhak memberikan aspirasinya untuk pengembangna PTPP. Yang masih kesulitan dilakukan oleh PTPP adalah menyelenggarakan semacam petemuan puncak (summit) yang dihadiri oleh founder, staf, magang, para dosen sebagai sumber produk dan sebagai asesor, dan para klien. Tapi paling tidak, PTPP sudah mulai membangun produknya secara bottom-up. Menjadikan dosen dan perkuliahan sebagai sumber produk.

Namun transformasi yang dilakukan oleh PTPP memang tidak semulus membalik telapak tangan. PTPP terus menjadi organisasi pembelajar yang berusaha menghidupkan seluruh komponen yang ada di dalamnya secara organik.

Apakah organisasi Anda siap bertransformasi menjadi organisasi organik?